Hanya sebuah Inspirasi

Pagi ini saya terkejut dengan sebuah email yang saya dapatkan dari seorang teman, dimana dalam email tersebut terdapat lampiran link artikel yang berjudul “Vatikan dilanda skandal korupsi”. Terdiam saat melihat judul yang tertulis serta ada keraguan untuk membuka link yang dilampirkan dalam email tersebut akan tetapi rasa keingintahuan menghancurkan segala keraguan tersebut. Dalam link yang dilampirkan, saya merasa terpukul dengan isi yang tertera dimana dalam kalimat terbuka, tercantum sebuah kata yang ber-identifikasikan seorang Katholik. Sedih… Kaget… Marah… Melihat apa yang tertulis, namun saya mencoba untuk merenungkan dan menemukan sebuah jawaban bahwa Orang yang melakukan perbuatan tersebut berdasar dari tingkah laku orang tersebut. Tuhan tidak pernah memerintahkan ciptaan-Nya untuk berbuat dosa, Dia juga tidak pernah membiarkan insan untuk terjerumus (read :”Tuhan tidak menyebabkan”). Akan tetapi, Bapa di Surga mengutus putra-Nya berada dekat bersama para pendosa seperti tertulis dalam Lukas 15:1″ pemungut pajak dan orang berdosa berkumpul di sekeliling Yesus untuk mendengar-Nya”. Jadi saudaraku, janganlah pernah berpikir bahwa Dia meninggalkan atau menyesatkan kita, percayalah bahwa Ia selalu mencari kita orang berdosa untuk mendengarkan serta mengikuti jalan kebenaran melalui putra-Nya yang telah diutus “Ketika Allah membangkitkan Hamba-Nya, pertama-tama Ia mengutus-Nya kepada kamu. Allah mengutus Yesus untuk memberkati kamu. Dia melakukan itu dengan membuat kamu masing-masing berbalik dari kejahatanmu.” (Kisah 3:26). Jadikan peristiwa Vatikan sebagai tantangan kita sebagai seorang Katholik yang sejati. Tuhan memberkati. (ditulis oleh : Andreas G. alvin)

Advertisements

“Quo Vadis”

”KDBers (panggilan untuk peserta KDB-red) diharapkan bukan hanya sebagai event organizer, tetapi juga mampu menjadi kader yang berkarya sosial dalam iman.”

Orang Muda Katolik (OMK) sering merasa tidak percaya diri jika ingin merasul. Apakah mereka (OMK-red) sanggup dan mampu menjadi rasul di jaman modern ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut Romo V. Rudi Hartono, Pr bersama Komunitas Palaga membentuk Kelompok Dua Belas Rasul (KDB). KDB merupakan kelompok OMK yang secara khusus dibina untuk menjadi tenaga trainer atau fasilitator yang siap merasul dalam kegiatan rohani maupun umum. Materi yang diberikan antara lain Pendalaman serta pemahaman tentang Kitab Suci, Spiritualitas, Psikologi, Public Speaking dan Outbound. Untuk menguji kemampuan peserta dari pembinaan ini maka diadakan acara bertajuk ”Ekspresikan Aksimu” pada penutupan KDB setelah selama 9 bulan sebelumnya mengikuti pelatihan. Acara yang bertajuk rekreatif, semi outbond namun serius diadakan pada hari Sabtu 20 September 2008 s/d Minggu 21 September 2008 bertempat di Bukit Pangrango – Desa Gadog, Puncak – Jawa barat. Diikuti oleh 50 OMK dari Paroki Santa Gabriel, Pulo Gebang dan 15 OMK dari Paroki Kalvari, Pondok Gede. ”KDBers (panggilan untuk peserta KDB-red) diharapkan bukan hanya sebagai event organizer tetapi juga mampu menjadi kader yang berkarya sosial dalam iman.”tutur salah satu penggerak acara ini. Bentuk ekpresi setelah mengikuti materi KDB diwujudkan dalam presentasi secara kelompok dengan Tema sebagai berikut : Aktualisasi diri melalui kerja (Laborem Excesen), Kaderisasi Aktivis Kategorial, Spiritualitas Pewarta Muda, Perhatian Orang Muda Katolik (OMK) terhadap Lingkungan Hidup dalam Konteks Pewartaan, Belajar dari Kasus Frankenstein dalam Teknologi, Sikap OMK melihat Gaya Hidup Penyuka Sesama Jenis, Sikap OMK menghadapi Pemilu 2009 dan Golput, dan Sikap OMK dalam Dialog Antar Umat Beragama.. Presentasi yang dibawakan oleh KDBers meliputi 3 unsur yaitu Kitab Suci (kelompok pertemuan iman), Spiritualitas (injil dikelola dengan iman), dan Ilmiah Reflektif (permenungan). Semua KDBers siap dengan bahan presentasinya masing-masing, karna presenter akan ditunjuk secara acak oleh kelompok lainnya. Setelah mereka selesai presentasi, Romo V. Rudi Hartono, Pr, Frater Aldo dan Margono yang ditunjuk sebagai tim pembahas akan memberikan komentar, dan ditutup dengan Ice Breaking oleh kelompok yang presentasi.
Pada hari minggu, KDBers diawali dengan kegiatan pengembangan kelompok dalam outbound sampai menjelang siang. Setelah selesai makan siang, Romo Rudi membuka sesion Pleno KDB. Dia bertanya pada KDBers “Quo Vadis KDB? Mau dibawa kemana arah pelayanan KDB?” Dalam penghujung Pleno tercatat bahwa KDBers akan menjadi kader dan mulai melayani dari teritorial terkecil (OMK Lingkungan/ Wilayah) hingga kemudian dapat melayani teritorial yang besar. Pembentuk tim Resource and Development juga dianggap penting guna menunjang kaderisasi KDB. Akhirnya misa perutusanlah yang menutup serangkaian acara KDB ini. Dalam misa diberikan secara simbolis pin sebagai identitas KDBers dan sertifikat sebagai tanda kelulusan mereka mengikuti serangkaian kursus. Seperti kata Yesus dalam Kitab Markus (6:7), “Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua.” diharapkan OMK yang sudah mengikuti KDB ini tetap dekat dengan “altar”, tetapi juga harus berani menjauhi “altar” yakni ketika sedang menghayati “tugas & perutusan” bukan hanya dalam teritorial gereja saja, namun tugas & perustusan dapat berjalan ditempat dimana Yesus sama sekali belum

Paroki Parung Merenung

MGR. MICHAEL COSMAS ANGKUR, OFM. Mengundang umat St. Johannes Babtista paroki parung untuk merayakan Natal di Katedral”
Sejumlah umat yang tergabung dari 3 wilayah dan 15 lingkungan teritorial St. Johannes Baptista paroki parung diundang oleh Mgr. Michael Colmas Angkur untuk merayakan perayaan Natal di Katedral pada tanggal 26 Desember 2008. Terkait hal perijinan paroki yang sampai saat ini belum didapat, sejumlah massa tidak mengijinkan dilaksanakan misa. “biasanya paroki mengajukan surat ijin untuk mengadakan misa kepada Kapolsek, Kecamatan, Danramil pada perayaan tertentu seperti Paskah ataupun Natal. Namun surat tersebut mendapat balasan dari kecamatan agar dapat mengurus IMB bangunan tersebut.” Kata Agus yang menjabat koster sejak 1 tahun yang lalu. Beliau juga menambahkan bahwa “peristiwa seperti ini sudah sering kali terjadi sejak awal gereja didirikan disebuah ruko pada tahun 2000. Dan sampai sudah mempunyai lahan sekitar 6000 Ha surat ijin belum bisa didapat sehingga sekitar 2500 umat yang bernaung di paroki ini harus mengikuti perayaan ekaristi di beberapa paroki terdekat seperti St. Paulus-Depok Lama, St. Matias-Cinere, St. Monica-BSD.” (berdasarkan hasil wawancara dengan Bp. Agus/Koster) Andreas G. Alvin

Satu Malam untuk Bunda

“Udara dingin di malam itu, tidak membekukan hati dan niat 92 OMK yang berasal dari teritorial paroki St. Gabriel-Pulogebang dan paroki Kalvari-Pondok Gede untuk berziarah ke 9 Gua Maria DKI Jakarta.”

Dalam rangka memperingati bulan suci Rosario dan perayaan Sumpah pemuda sejumlah 92 OMK yang tergabung dari St. Gabriel-Pulogebang dan Kalvari-Pondok gede mengadakan Ziarah 9 gua maria yang ada di Jakarta. Dengan tema “Satu malam untuk Bunda” ziarah ini dilaksanakan pada hari Sabtu 25 Oktober 2008 pukul 19.00 wib s/d Minggu 26 Oktober 2008 pukul 04.00 wib. “Intensio kami(OMK;red) untuk pembangunan gereja St. Gabriel dan Kalvari yang saat ini sedang bekerja keras untuk memperoleh surat izin tempat ibadah. Walau bagaimanapun juga kami harus ikut andil dalam gerakan pembangunan” ujar F.X. Suntoro selaku ketua panitia dalam acara ini.
Setelah sebelumnya berdevosi di rumah hening St. Gabriel, Romo V. Rudy Hartono, Pr. memberikan berkat pelepasan kepada para peziarah yang akan melangsungkan konvoi dengan kendaraan 3 sepeda, 35 motor, dan 4 mobil. seluruh peserta ziarah yang seluruhnya orang muda akan menapakkan kedua kakinya di gua maria paroki St. Gabriel – pulogebang, Keluarga Kudus – Rawamangun, Sekolah St. Fansiskus – Kp. Ambon, St. Bonaventura – Pulomas, St. yakobus – Kelapa gading, St. Paskalis – Cempaka putih, St. Yoseph – Matraman, Wisma samadi – Klender, hingga berakhir di Sta. Anna – Duren sawit.
“Kami mencoba hal baru yang belum pernah diadakan oleh orang muda umumya. Dan ternyata Ziarah ini yang menjadi prioritas kami untuk direalisasikan. Ziarah 9 gua maria kami adakan dari malam hingga pagi hari agar kekhusyukan dan keheningan dalam berdevosi dapat dirasakan oleh para peserta, disamping itu lebih aman dalam berkendara” tutur Andreas G. Alvin yang menjadi penanggung jawab acara ini.
Saat tiba di Gua Maria St. Bonaventura – pulomas pukul 01.00wib, Romo Antonius Suyadi ,Pr selaku romo moderator kepemudaan St.Bonaventura serta KAJ menyambut kedatangan para peziarah dengan tangan terbuka sambil mengungkapkan perasaanya ”Saya sangat senang sekali melihat 92 orang muda berkumpul mengadakan acara yang tetap bersandar pada iman. Dalam injil mengatakan ‘Yesus mengutus murid-Nya pergi berdua-dua’. Saya harapkan dengan berlangsungnya acara ini kalian sebagai generasi penerus gereja dapat menjadi teladan dengan mewartakan kabar sukacita”
Lain lagi pada saat peziarah tiba di Sekolah St. Fransiskus, Romo Thomas Ferry S. Ofm selaku tuan rumah menyambut sukacita para peziarah dengan membantu petugas parkir untuk mengatur kendaraan peziarah saat memasuki lokasi. Kreatifitas orang muda dapat terwujud pada peziarahan di Gua maria St. Yakobus – Kelapa gading dengan mengadakan doa rosario versi bahasa inggris.
Inilah perjalanan orang muda katholik dalam menekuni, mencintai, serta memperdalam iman katolik dengan berdevosi sambil berpuasa kepada sang Bunda. Semoga perziarahan ini menjadi awal dari gerakan orang muda untuk ambil bagian dalam pembangunan gereja katolik di Jakarta. (oleh Andreas Gregorius Alvin)