Tiada batas untuk berinovasi

Insiden itu membuat dirinya berinovasi menjadikan sebuah kreasi.

“Teng..teng..teng..” terdengar suara ketukan tiang listrik sebanyak 12 kali oleh penjaga hansip di sekitar perumahan daerah grogol. Angin pada malam itu terasa menggelitik seluruh tubuhku saat hendak pulang kerumah setelah berkunjung ke rumah teman untuk suatu acara. Terlintas dibenakku untuk segera sampai dirumah agar langsung terlelap dalam istirahat setelah seharian penuh beraktivitas. “Bussss” ban motor yang kukendarai mengalamai kebocoran. “Padahal badan sudah terasa lelah, malah harus dorong motor untuk mencari tambal ban..! uh… apes banget malam ini”sambil mengumpat dalam hatiku. Tak lama berjalan, terlihat sebuah bengkel kecil berada di trotoar. Sebotol minuman langsung kupesan sambil menunggu motorku diperbaiki. Pandanganku tertuju kepada seorang pengendara yang mengalami hal serupa. Lama sekali ku menatap Jupiter MX terbaru dan pengendaranya. Sambil menyalakan sebatang rokok, aku berdiri dan menghampiri pengendara tersebut. Secara spontan terjadi percakapan diantara keduannya. Jati, seorang pemuda bergaya bahasa melayu yang berusia sekitar 26 tahun. Sudah sewajarnya seseorang seperti Jati dapat mengendarai motor Jupiter MX berkopling. Namun setelah kuperhatikan dengan seksama, alangkah luar biasanya. Jati dapat mengendarai motor itu dengan sebuah tangan kiri. Jati kehilangan seluruh lengan Kanannya akibat kecelakaan sepeda motor yang dialaminya beberapa tahun yang lalu. Rasa lelah yang sebelumnya mengelilingi seluruh tubuh, menjadi hilang karna rasa keingintahuan atas keistimewaan yang dimilikinya, padahal motorku sudah selesai diperbaiki. Sambil menunggu motor Jati diperbaiki, “Kebocoran dimana mas?” tanyaku kepadanya setelah berkenalan. “Dipersimpangan grogol sana mas.”jawabnya singkat. Kuperhatikan motor yang dikendarainya, yach… lebih tepatnya motor yang sudah dimodifikasi. “sendirian mas ?”Tanyaku sambil menatap keheranan. Sambil mengangguk ia menjawab “Iya mas”. “Oh…tapi maaf.. bagaimana cara mengendarainya ?” kulontarkan pertanyaan dengan nada gugup, sambil memohon maaf dan menatapnya. Jati yang mencerna pertanyaanku, langsung menjelaskan sambil mempraktekkannya. “Motor ini saya sudah modifikasi mas, coba mas lihat pada pedal rem kaki dan pedal persneling, ada tambahan pijakkan. Keduannya berfungsi sebagai gas. Sedangkan tombol kontak yang berada di dekat spion kanan difungsikan sebagai kunci kontak. Jadi apabila sewaktu-waktu ingin mematikan mesin secara mendadak, saya dapat merubah tombolnya keposisi off dengan menggunakan bahu saya. setelah kecelakaan motor akibat kebut-kebutan dengan teman, awalnya saya putus asa karna tidak bisa berbuat apa-apa setelah saya kehilangan seluruh lengan kanan, padahal saya senang sekali berkendara motor bareng teman-teman. Sampai suatu hari saya berfikir untuk membuat inovasi seperti ini. Motor ini saya modifikasi sendiri, mas coba cek diseluruh bengkel, pasti belum ada yang buat seperti ini. Saya juga buat motor RX King, tetapi pada handle kopling dirubah menjadi gas dan koplingnya disatukan dengan persneling. ”jelasnya secara rinci. Aku perhatikan motor itu dari depan hingga belakang, lalu berucap “jadi gas untuk menjalankan ada 3 pilihan yang ada dihandle, pedal kiri dan kanan.” Sambil mengangguk-angguk mengerti. Rasa keingintahuan tentang kepribadian Jati sangat besar sekali. “suatu saat kalau ada rekan saya mau coba buat inovasi seperti ini, mas mau buatkan? Kebetulan sekali saya ada relasi yang hobi modifikasi motor” tanyaku. “Mau, asalkan motor itu dikendarai oleh orang seperti saya (cacat : red). saya buat klub motor orang-orang cacat, seluruhnya saya yang modifikasi. Mereka hanya belikan perlengkapannya saja.” Tutur Jati yang saat ini berwiraswasta cucian sepeda motor di daerah kebon jeruk – Jakarta Barat dan pendiri klub motor orang cacat. Tak terasa kulihat jam sudah menunjukkan pukul 01.15 wib, motor Jati pun sudah selesai diperbaiki sejak tadi, karena terbawa suasana pembicaraan kami berdua tak ingin segera beranjak dari warung, namun karna waktupun yang memaksa kami berdua untuk mengakhiri pertemuan malam itu. Akupun bangkit berdiri dan berpamitan kepada Jati. Sungguh pertemuan singkat namun istimewa sekali bertemu dengan seorang Jati.

Saudara-saudari sekalian, cerita ini adalah sepenggal pengalaman pribadi dari seorang yang bernama Jati. Kisah seperti ini sudah sering kali kita dengar di sekeliling kita bahkan ada diantara kita pernah mengalami. Seorang Jati yang gemar sekali mengendarai sepeda motor hingga suatu kali akibat kecerobohannya dalam berkendara ia harus menanggung resiko kehilangan organ tubuh yang sangat ia perlukan untuk menopang hidupnya. Namun ditengah keterperosokannya ia berusaha untuk bangkit dari jurang itu dengan menciptakan sebuah inovasi baru yang belum pernah terpikirkan oleh orang lain bahkan membuat paguyuban untuk rekan yang mengalami hal serupa dengannya .Demikian juga kita lupa akan segala sesuatu hal dikarenakan kita telah menemukan kenikmatan yang kita jalani saat itu tanpa kita sadari bahwa segala yang kita jalani saat itu dapat berubah menjadi sebuah kesusahan bahkan kesengsaraan yang disebabkan oleh diri kita sendiri. Semoga dengan sepenggal kisah pengalaman ini dapat dijadikan sebuah permenungan untuk kehidupan kita sekalian. (oleh : Andreas G. Alvin)

Satu dekade yang lalu

Saya adalah seorang pemuda yang sudah menghirup nafas dari 20 tahun silam.Saat ini saya bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta yang mengkokohkan bangunannya di daerah Jakarta Barat. Saya bisa dibilang seorang pemuda yang baru mengenal Tuhan,bagaimana tidak? Sewaktu berseragam putih-biru ,tepatnya kelas III SLTP.Saya mengikuti persiapan sakramen baptis yang diajarkan oleh Suster dari rumah doa Gua da lupe,namun sayang belum ada 1 bulan saya mengundurkan diri dengan alas an mau ujian sekolah.Di tahun berikutnya saya kembali mengikuti persiapan sakramen baptis,yang diajarkan oleh seorang katakese dari St.Anna.Setelah 1 tahun akhirnya saya di baptis di Gereja St.Anna,tepat tanggal 20 April 2000 dan 3 bulan sesudah itu saya menyempurnakan Iman Katholik saya dengan sakramen krisma.

Tetapi setelah menerima sakramen baptis dan krisma,saya merasa bukan semakin dekat dengan Tuhan,bisa dibilang saya meninggalkan Tuhan.Saat itu saya masih berstatus sebagai pelajar sekolah tehnik menengah dikawasan Jakarta.Mungkin karena pergaulan dari teman-teman sekolah,saya mulai meninggalkan seluruh organisasi yang saya ikuti,yang dulunya aktif dibidang olahraga yaitu bulutangkis,mulai saya tinggalkan bahkan pada saat itu saya sudah mulai untuk menghisap rokok ,padahal sebagai atlit bulutangkis saya paling benci melihat orang merokok.Tapi setelah masuk dalam lingkungan pelajar STM,saya sudah menjadi perokok aktif  dan sudah mulai berkelakuan layaknya anak jalanan.Pernah suatu hari saya mendapat 2 undangan,yang pertama yaitu: Undangan rosario mudika  dan yang satunya lagi undangan ulang tahun dari teman semasa SMP.Dari kedua undangan itu yang saya hadiri adalah undangan ulang tahun,padahal saat itu acara ulang tahun diadakan di kawasan kelapa gading dan kebetulan pada hari itu duit  sepersenpun tak ada.Yang ada hanyalah sebuah gitar,akhirnya otak anak jalanan pun keluar,saya bersama teman-teman sekolah ngamen sampai kelapa gading.Padahal kalau teman-teman bandingkan dari 2 undangan ini yang paling mudah adalah undangan rosario,disamping kita dekat dengan Bunda Maria,kita bisa mengenal teman-teman dari mudika lain,tapi saat itu memang yang paling saya takutkan adalah undangan untuk ikut organisasi mudika.Mendingan nongkrong bareng teman-teman! Pikir ku.

Maka tak heran kalau saya terjerumus untuk mrngikuti ajakan dari teman-teman sekolah,minuman beralkohol sudah tak asing lagi buat nemenin waktu nongkrong bahkan begadang sampai pagi.Suatu hari tepatnya tanggal 1 Maret 2002 lalu saya mendapatkan tawaran sesuatu dari teman,yaitu obat-obatan terlarang.Saat itu saya berencana menyelesaikan laporan PKL di perusahaan yang berada di daerah bekasi,lantaran tidak punya uang untuk kesana,akhirnya untuk menenangkan pikiran saya terima tawaran dari teman saya dan meminumnya,1 butir terasa kurang,saya minum 2 masih terasa kurang hingga akhirnya saya terus meminumnya sampai 8 butir.Obat penenang itu bercampur dengan jiwa dan raga saya,akhirnya untuk memenuhi rencana saya kr tempat PKL,saya memeras anak pelajar dari sekolah lain.Apesnya saya dikeroyok dan dalam keadaan tak sadar saya mencoba melawan,5 orang yang mengeroyok saya sampai akhirnya saya ditendang hingga jatuh dari mobil yang saya naiki itu.Darah pun mengalir dari balik baju seragam-ku tapi tidak sederas rasa dendam yang ada di hati-ku.

2 Maret 2002 saya beritahukan kepada teman-teman sekolah saya untuk mencegat pelajar yang mengeroyokku kemarin.Dengan bermodalkan aneka senjata tajam kami menunggunya,akhirnya yang dinanti-nanti pun datang,alhasil tawuran pun tak terelakan,dendam yang menyelimuti-ku saat itu mematahkan rasa takut yang selama ini berada di diri-ku,yang namanya perkelahian itu pasti ada korban dong! Salah satunya saya sendiri termakan oleh dendam ,akhirnya berakhir di UGD.Selama 2 bulan saya terbaring di tempat tidur,tidak sedikit yang menjenguk saya saat itu,salah satunya mudika,perasaan malu,bersalah bercampur menjadi satu.Untuk menunggu kesembuhan saya,waktu yang berjalan itu saya habiskan dengan mendengarkan radio dalam acara request on air.Akhirnya lewat radio saya berkenalan dengan seorang gadis namun sayangnya kita berbeda kepercayaan,tapi kami tetap menjalin hubungan walaupun back street.

Semenjak menjalin hubungan dengan gadis (sebut saja SN) saya benar-benar melupakan gereja,apa lagi setelah orang tua SN menuntut saya untuk mengikuti ajaran agamanya.Namun saya menolak dengan halus,tapi orang tua Sn bersikeras untuk mencoba memisahkan kita.Akhirnya waktu pun yang menjawab karena setelah lulus sekolah saya diajak oleh paman untuk membantu usahanya di luar pulau,di pulau seberang saya mencoba untuk kembali mengikuti perayaan ekaristi yang sudah lama saya tinggalkan dan saya menemukan kembali pancaran hati saya yang sudah lama redup tak bersinar,lewat gereja katholik yang terletak di atas bukit itu.Setiap minggu saya kembali mengikuti perjamuan kudus itu.3 bulan berlalu,usaha paman saya mulai goyah akhirnya gulung tikar namun saya mendoakan paman saya untuk tetap sabar,terus dan terus berdoa.Tak lama tragedi menimpa keluarga besar-ku setelah usaha paman bangkrut,mama saya mendapatkan 5 jahitan akibat kecelakaan motor,begitu mendengar berita itu,saya langsung berkemas ke Jakarta,sewaktu dalam perjalanan pulang saya mendapat berita duka cita pada hari yang sama,yaitu nenek-ku tercinta yang sudah 1 minggu dirawat di rumah sakit,meninggalkan kami untuk selama-lamanya.Saat itu saya benar-benar kecewa kepada Tuhan,mengapa doa & permohonan saya tidak dikabulkan?

Sesampainya di Jakarta saya belum bisa langsung beristirahat,karena sebagai cucu tertua (karena saat itu kakak saya sedang berada diluar negeri) harus mengikuti upacara pemakaman dari awal hingga akhir,ditambah lagi dengan merawat mama yang sedang saat itu masih terbaring dirumah sakit.Setelah 1 minggu kemudian mama diperbolehkan untuk pulang.

Semenjak kejadian itu saya kembali jadi pengangguran yang mencari uang jajan lewat hidup dijalan,saya kembali ke kehidupan sebelumnya & kembali berhubungan dengan Sn.Berita kembalinya saya ke Jkt pun akhirnya di dengar oleh keluarga Sn,sampai akhirnya saya & Sn disidang oleh keluarganya.Apakah kamu benar-benar serius berhubungan dengan Sn? Tanya keluarganya,”kalau masalah serius,bisa bapak Tanya sendiri oleh Sn,kalau saya memang benar-benar mencintainya! “jawab saya”tapi kalau Sn yang mengikuti kepercayaan saya,atau saya yang mengikuti kepercayaan bapak,itu belum bisa kami putuskan,tambahan dari mulut saya.Namun orang tua Sn bersikeras agar saya yang mengikuti  kepercayaan Sn.Kamu kan lelaki,masa kamu tidak bisa memutuskan masalah itu.Kalau kamu tidak bisa memberikan jawaban saat ini juga kamu jangan pernah coba-coba lagi untuk menemui anak saya,Karena anak saya mau di sekolahkan di pesantren tempat kakaknya mengajar! Orang tua Sn pun mengancam,Sn yang saat itu mendengar kata-kata orang tuanya langsung menangis dan masuk ke kamar.Saya yang saat itu merasakan situasi yang sangat tegang dan tak mau hubungan saya dengan Sn putus dengan keadaan seperti itu,akhirnya mengalah,tapi saya hanya mau belajar kepercayaan yang bapak anut dulu loh pak!Karen saya tak ingin pindah agama hanya gara-gara Sn berbeda dengan saya,tapi saya ingin pindah agama benar-benar dari hati saya pribadi! Kata terakhir yang merupakan pertimbangan dari saya walaupun hati kecil saya menolak.Akhirnya orang tua Sn menyetujui pertimbangan saya,dan kita bisa berhubungan lagi tanpa sepengetahuan keluarga saya.Karena dari pihak keluarga saya pun menolak dengan keras apabila saya berhubungan dengan Sn.

Setelah kejadian itu saya pun diajarkan oleh Sn tentang hukum-hukum agama yang Sn anut,membaca dan menulis huruf-huruf arab walaupun tidak bisa-bisa tapi Sn pun tidak menyerah untuk memperkenalkan-ku tentang agama yang dia anut.tapi tidak sampai belajar sholat dan mengaji,karena saya hanya ingin mengenal saja.3 bulan lamanya saya menganggur di Jkt,saya mendengar kabar bahwa tak lama lagi paman saya yang berada di pulau seberang akan berlibur ke Jkt.Biasanya kalau saya belum mendapatkan pekerjaan,saya diajak kembali oleh paman untuk membantu usaha yang baru ia gerakan.Ternyata dugaan saya benar,saya yang sudah terlanjur mencintai Sn dan tak ingin berpisah dari Sn,akhirnya kabur dari rumah selama 3 hari saya tidak pulang walaupun duit sepeser tak ada dikantong,baju dan celana,cuma yang saya kenakan.yang saya pikirkansaat itu adalah saya tak ingin lagi berpisah dengan Sn,dan saya berniat akan kembali kerumah apabila paman saya sudah kembali lagi ke pulau seberang,ternyata paman saya membatalkan tiket yang sudah dipesan dan ikut membantu orang tua saya untuk mencari saya.

Sampai hari ke-4 saya tinggal dirumah teman saya secara bergiliran seperti seekor parasut yang hidupnya berpindah-pindah.Saya kembali berpikir,sampai kapan saya harus begini? Akhirnya Sn membujuk saya untuk kembali kerumah,tapi saat itu saya kerumah kakek saya yang rumahnya tak jauh dari rumah saya.Ternyata disana orang tua beserta keluarga besar mama saya sedang kumpul,seperti anak yang hilang ,begitu keluarga saya melihat saya mereka langsung memeluk & menangis di bahu saya.Akhirnya 3 hari kemudian saya berpamitan ke teman-teman saya termasuk keluarga Sn karena saya akan kembali ke pulau seberang bersama paman saya.Sesampainya disana perubahan sikap saya benar-benar kelihatan,yang awalnya periang,menjadi pemurung dan senang menyendiri,bermain gitar & bersenandung,sampai suatu hari saya berpikir “Apakah saya mempermainkan agama?Seberapa besarkah dosa saya?Apa yang harus saya lakukan?”sambil bertanya-tanya,saya memainkan sebuah lagu kenangan”Apa salah & dosa-ku?” yang salah satu liriknya “Oh Tuhan berilah petunjuk-Mu! Untuk ku jadikan pegangan hidup-ku!” makanya sampai sekarang ini saya selalu senang lagu itu,ternyata Tuhan benar-benar memberikan petunjuk.

Ditempat tinggal paman saya tepatnya di depan rumah paman saya ada sebuah keluarga,yang ternyata selama ini dia selalu memperhatikan kegelisahan saya dari balik jendela rumahnya,tak lama dia menghampiri saya yang saat itu sedang duduk diteras rumah.Dia memperkenalkan dirinya (sebut saja AH) namun saya memanggilnya dengan sebutan Om (karena umurnya hamper sama dengan papa saya).Kehadiran dia benar-benar sangat berarti buat saya,dia selalu memperhatikan kehidupan saya melebihi perhatian paman saya.Saya sudah menganggap Om.AH seperti orang tua saya sendiri,saya pun sudah dianggap seperti anak sendiri oleh keluarga Om.AH.Saya selalu bercerita bagaimana kehidupan saya yang dahulu sampai saya berhubungan dengan gadis yang berbeda agama dengan saya,dia juga memberikan nasehat kepada saya agar saya jangan salah langkah.Dia juga mensuport saya untuk selalu beribadah ke gereja dan selalu berdoa kepada Tuhan.Sampai suatu kali saya berpikir “akan memutuskan hubungan saya dengan Sn apabila waktunya benar-benar pas,tapi saya menginginkan seolah-olah Sn yang menyakiti saya dan bukan saya menyakiti Sn.

8 bulan lamanya saya tinggal dipulau sebrang,tidak punya teman,sahabat hanya Om.AH yang menjadi kawan dan orang tua saya selama disana.Akhirnya pas malam natal 2003 saya berniat kembali ke Jkt dan merayakan natal di Jkt,saya berpamitan dengan Om.AH,Istrinya dan anaknya yang menganggap saya sebagai keluarganya sendiri,tidak sedikit oleh-oleh dari mereka yang saya bawa untuk keluarga saya di Jakarta.Tanggal 24 Desember 2003 jam 4:00 saya mendarat dan kembali menghirup udara di Jakarta,perasaan senang,rindu,kangen pun tak tertahan untuk menuju kerumah.Malam natal pun tidak saya lewatkan untuk mengikuti misa walaupun badan terasa lelah.Setelah natal,biasanya para mudika berkeliling untuk mengucapkan selamat natal kepada seluruh warga katholik,namun saya tunggu ternyata tidak ada yang berkunjung kerumah saya,”mungkin tidak tau kalau saya sudah kembali,karena saya pun belum begitu akrab sama teman-teman mudika”pikirku.Sn pun yang begitu tahu kalau saya sudah kembali,ingin bertemu dengan ku setelah 1 tahun berpisah.

Satu bulan setelah itu saya bercerita kepada teman-teman saya yang juga teman-teman Sn,bahwa saya akan berusaha agar Sn menyakiti saya.Teman-teman yang begitu mendengar kata-kata saya langsung kaget dan melontarkan pertanyaan,Emang kenapa?Lu ga sayang lagi ma dia? atau lo dapat cewek baru disana? Saya hanya menjawab:justru karena gue sayang banget ma dia makanya gue ambil jalan seperti ini.Jalan terbaikuntuk kita berdua,kalian kan tau selama 3 tahun gue berhubungan ma dia,tapi selama 3 tahun gue juga back street,gue kasihan ma dia kalo terus-terusan seperti ini.”Akhirnya teman-teman saya pun mengerti akan jalan yang saya ambil ini.Tepatnya bulan April 2004 saya mendapatkan sebuah undangan ibadat paskah mudika wilayah,mau tidak mau akhirnya saya ikut menghadiri undangan itu,karena yang memberikan undangan itu langsung bertemu dengan saya.Ibadat paskah itu dipimpin oleh Rm.L.B.S.Wiryo Wardoyo.Pr dengan didampingi seorang pengurus mudika paroki.Setelah ibadat diadakan acara ramah tamah antara mudika wilayah dan paroki,dan saya sempat berpikiran “enak sekali yach kalau kita bisa dekat,akrab dengan seorang pemuka agama!”Akhirnya sya pun berkeinginan untuk menyempurnakan pikiran saya dengan bergabung di acara LDK St.Gabriel yang diadakan tanggal 16-18 juli 2004 yang lalu.Walaupun jadi peserta namun saya langsung diangkat menjadi ketua regu di tim yang saya pimpin.

Setelah acara LDK saya pun semakin bersemangat,karena melihat solidaritas,kekompakkan,dan kreatifitas panitia LDK.Saya ingin menjadi bagian dalam suatu acara,ternyata benar-benar terkabul.Saya menjadi bagian dari panitia penyelenggara HUT RI ke-59 (17Agustus 2004)di gereja St.Gabriel.Mungkin karena kesibukan saya di gereja,Sn tidak pernah bisa bertemu dengan saya seperti tahun-tahun sebelumnya.Akhirnya dia kesal dan ingin bertemu dan berbicara dengan saya,dalam pembicaraannya itu dia berkata”kamu kayaknya sibuk sekali yach! Sampai-sampai perhatian ke aku aja tidak ada sama sekali!,kamu terlalu egois,terlalu memikirkan pekerjaan dan keluarga kamu saja akhir-akhir ini! Ya udah aku doain semoga kamu tuch cepat kaya!!”Saya pun kaget setengah mati dengan kata-kata yang diucapkan Sn,namun saya menimpalinya “oh,ya sudah, makasih atas doanya!!!” Saya pun langsung  meninggalkannya dalam keadaan menangis,Bayangkan saja baru jadi teman istimewa sudah berani bilang seperti itu,masalah keluarga pakai di bawa-bawa,bagaimana bila sudah jadi pasangan hidup. Namun doa yang Sn ucapkan benar-benar menjadi kenyataan,1 minggu setelah itu saya mendapatkan panggilan kerja,lewat lamaran yang saya masukkan di gereja dan saya diterima sebagai staff di perusahaan itu.

Niat dan keinginan saya untuk bekerja penuh sebagai ungkapan rasa syukur kepada gereja semakin menggebu-gebu.Tak lama ada pergantian pengurus mudika paroki dan yang menjadi kandidat dari wilayah saya adalah saya sendiri,nah kesempatan ini tidak saya sia-siakan untuk mewujudkan keinginan yang selama ini terpendam dari diri saya.Berawal dari visi dan misi yang dicanangkan oleh beberapa kandidat semua bernilai baik termasuk saya,yang mempunyai visi,merecruit anggota mudika yang belum tergerak hatinya untuk aktif di organisasi mudika paroki,dan misi saya adalah mengadakan suatu  program yang meliputi paroki kita sendiri dengan mudika dari paroki lain.Semua itu menjadikan saya sebagai ketua Dewan Mudika Harian di kepengurusan mudika paroki dan keinginan saya untuk bisa kenal dan akrab dengan pemuka agama akhirnya bisa terwujud,dengan hadirnya Romo Rudy.H.Pr di paroki ini saya bisa kenal dengan mudika keseluruhan.Dan ternyata yang dulunya musuh diwaktu sekolah sekarang bisa menjadi kawan,mungkin inikah panggilan Tuhan.

Siapa bilang urakkan tidak bisa menjadi pelayan Tuhan?

Saint Gabriel Youth Community

1. INTRODUCTION
As a student who wants to complement the capability of learning and teaching in all fields, I did volunteer to improve skill and abilities as well as a requirement to supplement my education phase. Therefore, in this report I will describe about the voluntary activities as a Chairman of Youth community of the Parish of Saint Gabriel, Jakarta – Indonesia I have ever done.

2. DESCRIPTION OF WORK AND THE ORGANISATION
2.1 The organization
St. Gabriel Catholic Church is set by the Archdiocese of Jakarta on July 23, 1995 as a 51st parish in Jakarta, Indonesia. Through the motto “Gaudium Omnibus”, means enjoyment for people with expect that the occurrence of this parish can provide particularly good news for the people of the community surrounding the church. Historically, the Saint Gabriel church is the chapel of the Parish church of Saint Bonaventure in 1988. At the time, people listed as many as 439 people and parishes along the development process, the presence of people increased to 2811 people. Furthermore, officially Saint Gabriel became a Parish on 23 July 1995 by the Archbishop of Jakarta declaration number 1083/3.25.3/9.
In its organizational structure, there are two types organizational structures, such as:

a. Territorial
which is manageably small area housing a community of some people who registered, who lived, worked and worshipped together, with a church and a school at its center and a minister and a kirk session to attend to both its spiritual and its temporal necessities. The territorial organised by
– Chairman of the parish council,
– Vice chairman of the parish council,
– Parish Council Secretary,
– Treasurer of the parish council,
– Chairman of the parish youth,
– Chairman of the region,
– Chairman of the youth region.

b. Categorical
The religious service activity of Parish community. For instance:
– Bible study community
– Legion of Mary
– Elderly community
The community involved has an organitation structure that collaborates and supports each other.

In this organisation, I have involved as a Chairman of Youth community of the Parish of Saint Gabriel, Jakarta – Indonesia that has some of responsibilities such as:
– Thinking and coordinate youth group activities.
– Pursue funding and facilities to support the smooth coaching and development in the parish and parts of its territory.
– Responsible for the implementation of the youth group in the parishes and regions.
Make an annual accountability report and the incidental and financial performance of duties to the Board of the Parish Pastoral.

2.2 My Involvement
I have involved in this community from 2004 until 2007 (approximately + 10950 hours) as a Chairman of the parish youth. During the involvement, I have learned different experience such as:
– Sport competition organizer (2004)
– Organizer of the 40th days requiem mass of Pope John Paul II (8th may 2005).
– Organizer of the visit to the seminary (2006).
– Bible Camp organizer (2006).
– Journalistic workshop organizer (2007).
– Organizer of the pilgrimage to the cave Maria (2007).
– Bible Study group organizer (2004 – 2007).
– Christmas celebration organizer (2004 – 2007).
– Easter celebration organizer (2004 – 2007).
– Natural Disasters rescue team leader (2004 – 2007).
– Youth & Elderly mass organizer (2004 – 2007)

3. LEARNING OUTCOME

3.1 Developed an awareness of social justice issues and the economic and social effects of modern life.
The social issues that appear in the society seem to be the problem that no one can live without the others. The problem cannot be solved as the people are living in the varying level of economic and social. Some of them are living in the place, condition and environment that can allow them to do much but some are on the contrasting side. As this control, the involvement in the non-profit organization has allowed people to create fewer limitations between the two categories. Since it is a non-profit organization, the anxiety of being socially and economically stressed can be taken away in order to create a better social life, which stress on the better together.

3.2 Heightened awareness of the responsibility of individuals to the wider community
This volunteer helps me to realize to contribute our time and energy to the society, which are needed my support. Since, I am youthful to have an opportunity to help someone, who is still need my support. It is important to support the other while I can afford to do it.

3.3 Ethical, spiritual, professional and personal development
I might say that learn to share with others from youth in different background after doing this volunteer. The most appropriate regarding this personal reflecting is when I was on public as I am able to respect the others regardless of their background. The reason is because I have realised since I was attending the volunteer, which is involved to the community.

3.4 Business communication skills, information literacy and interpersonal skills
There will be a difference the first time as a volunteer at the church. While serving in this community, I have got many opportunities to interact with others, speak in front of people, and speech. I also get knowledge about the structures and procedures within the organization. Furthermore, I have the ability on how to organize, facilitate, and cooperate with the team.

3.5 Critical and analytical abilities.
These skills I have gained when I was joined with this community in 2004. Moreover, I realize the importance from the social work. Their purpose is to bring back the society for working together. The volunteer in St. Gabriel church served the community with their feeling as a volunteer, as their love their community.

4. REFLECTION
The Volunteering not only helps and benefits one’s community but, in a way, it benefits the volunteers themselves. For instance, I believe volunteering makes a person feel worthy, as if they’ve accomplished something because they made someone else’s life better or they made a change in their community somehow. Volunteering also shows that that person is generous, compassionate, and good-hearted, because he/she is kind enough to give up a few hours of their time and put it into their community. It also serves others without expecting to get anything out of their service. I believe that everyone should give back to their community because volunteering will make your community a more comforting and pleasing place to live in.

“Past” is a bridge for the “Future”

Mate, life is a journey like it or not you have to go through, under any circumstances. There are times when we pause and remember the past. Although many people say to forget the past and look after to the future, you still may be to remember your past. In this case is grateful for the past, not to be sad for a long. Actually, there are many lessons you can take from the past. The past is a measure of your wisdom. If in the past there were many things that make you hurt, accept it as an attempt to mature you, mature mind. There are many parts of the past can you accompanied a thank you. Feeling your past gloomy? It should not. Look at within a scope of the future, there is something that does not exist in the past. In the future, there are many pieces of the past my experience, the experience that I lived with guidance from God. I always tried to face the dark of the past, if I never see the dark, how could I be grateful for the light? When everything seems wrong , and no one wants to reach out. I always stick to one thing, the dream must stay in my hope. Lord, thank you … because now I’ve walked in achieving my dreams. Thank you for the light that you bring in my past, so I’m more grateful for the light that you are giving, I’m grateful for the past that you give, so I know You’re always beside me to guide my steps. Now, I give great hope in my future, something that I did not get in my past . Now, you can commemorate your past as a solid bridge to achieve what you dream of. Always be grateful to the past, because without it, you will not be on an achievement at this time.

Memuji Tuhan tanpa tiada batas

Kisah yang saya publikasikan ini merupakan pengalaman nyata yang pernah hadir dalam hidup saya. Cerita ini mungkin bukanlah cerita istimewa, namun saya terinspirasi untuk berbagi kepada rekan-rekan sekalian.
Sejak tiba di Sydney 7 bulan lalu, saya tinggal bersama tante saya yang semua family membernya beragama kristen protestan. Saat itu saya masih belum menemukan jalan untuk menuju katedral, sehingga saya ikut bergabung dalam kebaktian mereka. Suatu ketika, dalam kebaktian itu saya mendengarkan sharing pengalaman dari seseorang yang sering kali berada di mimbar saat kebaktian berlangsung. Ialah pendeta Sam sebagai ketua dari jemaat gereja ROCK-Sydney. Dalam pengalamannya Ia mempunyai 1 puteri yang sekarang ini sudah menikah, dan 1 putera yang baru saja menyelesaikan studi di Amerika. Sebut saja Kevin nama putra tersebut.
Kevin merupakan sosok anak yang periang. Ia selalu terlihat ceria dimanapun ia berada. Tak heran bila kevin disenangi oleh teman-temannya. Disamping itu ia juga taat pada orang tua dan agama. Sungguh suatu kebanggaan bagi keluarganya pada saat graduation tahun 2009 yang lalu, Ia mendapat grade A untuk semua subject yang di tempuhnya. Namun, setelah ia menginjakkan kaki di sydney, kondisi badannya tak stabil seperti sebelumnya. Pendeta Sam hanya berpikir bahwa kevin mengalami sedikit shock karena adanya perbedaan antara Amerika dan Australia. Tetapi Kevin yang tak kunjung sembuh, akhirnya diperiksa di salah satu rumah sakit dan dalam pemeriksaannya Ia dinyatakan menderita LEUKIMIA. Pendeta Sam tak percaya akan pernyataan sang dokter sehingga Ia membawa Kevin ke rumah sakit lainnya. Walaupun hasil pemeriksaannya tetap sama yaitu LEUKIMIA, ia tetap tidak percaya. Berusaha untuk meyakinkan penyakit yang diderita oleh Kevin, Pendeta Sam membawanya ke Singapura untuk diperiksa dan kini Pendeta Sam yang mengalami Shock. Ia menerima pernyataan sang dokter bahwa Kevin menderita LEUKIMIA.
Untuk informasi tentang LEUKIMIA, anda bisa lihat di link berikut. http://id.wikipedia.org/wiki/Leukemia
Pendeta Sam hanya dapat berserah kepada Tuhan dengan kondisi yang dialami putra satu-satunya. Dalam setiap kotbahnya, ia selalu mengucap syukur dengan apa yang dideritanya. Kado yang kevin terima setelah ia graduation merupakan penyakit mematikan. Namun kevin yang sejak awalnya merupakan sosok anak yang ceria, selalu tertawa walau kondisi badannya sangat lemah. Saya pernah melihat video saat ia terbaring di rumah sakit, namun ia tetap berusaha memuji Tuhan dengan gitar kesayangannya walaupun ia tak bisa mengucapkan sepatah kata. Selama 2 bulan lamanya ia terbaring tak berdaya, Pendeta Sam selalu berusaha tegar menghadapi segala masalahnya. Doa kepada Bapa tak kunjung putus diucapnya. Sampai suatu ketika, saya mengikuti kebaktian berikutnya, saya melihat seorang sebagai WL (Worship Leader) dengan balutan di leher dan bantuan kursi roda. Saya berusaha mengamati dengan seksama siapakah dia. Kevin, yang saat itu kondisinya masih lemah, ikut serta dalam pelayanan dalam kebaktian tersebut. Ia terlihat aktif dan penuh sukacita saat melayani Tuhan. Sungguh suatu tekad yang kuat yang dimiliki oleh Kevin yang saat itu seharusnya masih terbaring di rumah sakit, namun ia memaksa kepada orang tuannya dan teman2nya untuk menjadi WL pada sore itu dengan ditemani suster dan mobil ambulance karena setelah kebaktian tersebut, ia harus kembali ke rumah sakit untuk menjalani perawatannya kembali. Hingga kini, Kevin masih belum dinyatakan sembuh total, namun dalam doanya, ia percaya bahwa ia akan sembuh dan akan terus memuji Tuhan demi kemulianNya tanpa ada suatu batasan, halangan serta ketidakmampuan. Maka bersyukurlah kita sebagai hambanya yang diberikan kemampuan utnuk melayani demi kemuliaan-Nya.
Oleh : Andreas Gregorius Alvin

Paroki Parung Merenung

MGR. MICHAEL COSMAS ANGKUR, OFM. Mengundang umat St. Johannes Babtista paroki parung untuk merayakan Natal di Katedral”
Sejumlah umat yang tergabung dari 3 wilayah dan 15 lingkungan teritorial St. Johannes Baptista paroki parung diundang oleh Mgr. Michael Colmas Angkur untuk merayakan perayaan Natal di Katedral pada tanggal 26 Desember 2008. Terkait hal perijinan paroki yang sampai saat ini belum didapat, sejumlah massa tidak mengijinkan dilaksanakan misa. “biasanya paroki mengajukan surat ijin untuk mengadakan misa kepada Kapolsek, Kecamatan, Danramil pada perayaan tertentu seperti Paskah ataupun Natal. Namun surat tersebut mendapat balasan dari kecamatan agar dapat mengurus IMB bangunan tersebut.” Kata Agus yang menjabat koster sejak 1 tahun yang lalu. Beliau juga menambahkan bahwa “peristiwa seperti ini sudah sering kali terjadi sejak awal gereja didirikan disebuah ruko pada tahun 2000. Dan sampai sudah mempunyai lahan sekitar 6000 Ha surat ijin belum bisa didapat sehingga sekitar 2500 umat yang bernaung di paroki ini harus mengikuti perayaan ekaristi di beberapa paroki terdekat seperti St. Paulus-Depok Lama, St. Matias-Cinere, St. Monica-BSD.” (berdasarkan hasil wawancara dengan Bp. Agus/Koster) Andreas G. Alvin

Satu Malam untuk Bunda

“Udara dingin di malam itu, tidak membekukan hati dan niat 92 OMK yang berasal dari teritorial paroki St. Gabriel-Pulogebang dan paroki Kalvari-Pondok Gede untuk berziarah ke 9 Gua Maria DKI Jakarta.”

Dalam rangka memperingati bulan suci Rosario dan perayaan Sumpah pemuda sejumlah 92 OMK yang tergabung dari St. Gabriel-Pulogebang dan Kalvari-Pondok gede mengadakan Ziarah 9 gua maria yang ada di Jakarta. Dengan tema “Satu malam untuk Bunda” ziarah ini dilaksanakan pada hari Sabtu 25 Oktober 2008 pukul 19.00 wib s/d Minggu 26 Oktober 2008 pukul 04.00 wib. “Intensio kami(OMK;red) untuk pembangunan gereja St. Gabriel dan Kalvari yang saat ini sedang bekerja keras untuk memperoleh surat izin tempat ibadah. Walau bagaimanapun juga kami harus ikut andil dalam gerakan pembangunan” ujar F.X. Suntoro selaku ketua panitia dalam acara ini.
Setelah sebelumnya berdevosi di rumah hening St. Gabriel, Romo V. Rudy Hartono, Pr. memberikan berkat pelepasan kepada para peziarah yang akan melangsungkan konvoi dengan kendaraan 3 sepeda, 35 motor, dan 4 mobil. seluruh peserta ziarah yang seluruhnya orang muda akan menapakkan kedua kakinya di gua maria paroki St. Gabriel – pulogebang, Keluarga Kudus – Rawamangun, Sekolah St. Fansiskus – Kp. Ambon, St. Bonaventura – Pulomas, St. yakobus – Kelapa gading, St. Paskalis – Cempaka putih, St. Yoseph – Matraman, Wisma samadi – Klender, hingga berakhir di Sta. Anna – Duren sawit.
“Kami mencoba hal baru yang belum pernah diadakan oleh orang muda umumya. Dan ternyata Ziarah ini yang menjadi prioritas kami untuk direalisasikan. Ziarah 9 gua maria kami adakan dari malam hingga pagi hari agar kekhusyukan dan keheningan dalam berdevosi dapat dirasakan oleh para peserta, disamping itu lebih aman dalam berkendara” tutur Andreas G. Alvin yang menjadi penanggung jawab acara ini.
Saat tiba di Gua Maria St. Bonaventura – pulomas pukul 01.00wib, Romo Antonius Suyadi ,Pr selaku romo moderator kepemudaan St.Bonaventura serta KAJ menyambut kedatangan para peziarah dengan tangan terbuka sambil mengungkapkan perasaanya ”Saya sangat senang sekali melihat 92 orang muda berkumpul mengadakan acara yang tetap bersandar pada iman. Dalam injil mengatakan ‘Yesus mengutus murid-Nya pergi berdua-dua’. Saya harapkan dengan berlangsungnya acara ini kalian sebagai generasi penerus gereja dapat menjadi teladan dengan mewartakan kabar sukacita”
Lain lagi pada saat peziarah tiba di Sekolah St. Fransiskus, Romo Thomas Ferry S. Ofm selaku tuan rumah menyambut sukacita para peziarah dengan membantu petugas parkir untuk mengatur kendaraan peziarah saat memasuki lokasi. Kreatifitas orang muda dapat terwujud pada peziarahan di Gua maria St. Yakobus – Kelapa gading dengan mengadakan doa rosario versi bahasa inggris.
Inilah perjalanan orang muda katholik dalam menekuni, mencintai, serta memperdalam iman katolik dengan berdevosi sambil berpuasa kepada sang Bunda. Semoga perziarahan ini menjadi awal dari gerakan orang muda untuk ambil bagian dalam pembangunan gereja katolik di Jakarta. (oleh Andreas Gregorius Alvin)