Tuhan tidak “Menyebabkan” namun Tuhan “Membiarkan”

Tuhan tidak pernah MENYEBABKAN kita susah, melainkan Tuhan MEMBIARKAN kita mendapatkan kesusahan yang disebabkan oleh kita sendiri.”

Tuhan itu Kasih, Maha Adil, Maha Kuasa serta Bijaksana yang berdasarkan pada sifat – sifatNya. Sungguh sangatlah mustahil bila Ia tidak berlaku sesuai sifatNya pada ciptaanNya, yakni Kita manusia. Akan tetapi Ia akan memberikan kebebasan(MEMBIARKAN) kepada kita untuk memilih antara yang baik sesuai dengan ajaranNya atau Jalan yang susah yang disebabkan oleh kita seraya melakukan segala laranganNya.

Seorang Ayah yang bijaksana, tentu saja tidak menentukan perjalanan hidup anak-anaknya. Seringkali kita alami suatu kasus dimana seorang anak yang menginginkan sesuatu yang tidak selaras dengan sang Ayah, namun sang Ayah “membiarkan” sang anak untuk mendapatkan keinginan yang berdampak positif atau mungkin berefek negatif. Akan tetapi perlu kita sadari bahwa efek yang dihadapi oleh sang anak, bukan berarti Ayah yang menyebabkan.

Mari kità renungkan pada awal penciptaannya (Kej 2 : 16-17) dimana Ia memperingatkan Adam untuk tidak memakan 1 buah dari ribuan yang ada. Akan tetapi Tuhan membiarkan Adam memakan buah tersebut yang menyebabkan Adam hanya hidup selama 930 tahun dan mati(Kej 5 : 5). Tuhan sendiri mempunyai maksud dalam menciptakan kita, manusia. Seperti tertulis dalam Kej 1 : 28 bahwa ” Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Jadi, sudah sangatlah jelas bahwa Tuhan memberikan pedoman bagi kehidupan kita, namun Ia “membiarkan” kita memilih jalan hidup yang sesungguhnya.

Seperti contoh apa yang kita tahu sekarang ini. Dimana setiap negara mempunyai Badan Pertahanan Negara atau biasa disebut Tentara yang mempunyai fungsi dan tujuan untuk melindungi negara. Bukankah bila suatu negara diserang oleh negara lain, mereka(tentara) harus melindungi “mereka” dan juga negara mereka ? Sudah pasti mereka harus membunuh musuhnya sebelum mereka dibunuh bukan ?
Tuhan berfirman dalam Ulangan 5 : 17 bahwa “Jangan Membunuh” akan tetapi Tuhan “membiarkan” tentara untuk saling membunuh. Akan tetapi apa efek dari mereka yang menjalankan larangan-Nya ? Banyak sekali terdengar berita di TV, Radio, Internet tentang peperangan yang sudah merajalela, setelah kasus Osama bin Laden yang ditembak mati oleh Team 6 Navy Seals USA. Dan akan ada aksi balas dendam dari organisasi yang diketuai Osama bin Laden (AQAP) yang kita kenal Al-Qaeda. Entah akan sampai kapan pertikaian kelompok ini akan berakhir.

Kalau sudah semrawut seperti ini, apakah kita pantas menyatakan bahwa Tuhan yang “menyebabkan” semua ini ?
Alangkah indahnya bila kita yang dikaruniai oleh sebagian sifat Allah itu sendiri yakni, Kasih(1 Yoh 4 : 8), Bijaksana(1 Kor 1 : 30), Adil (Mzm 116 : 5) dapat menerapkannya semasa hidup kita.

Oleh sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar serta bertopanglah sesuai dengan ajaran-Nya. Karena orang benar akan mendiami tanah, dan orang yang tak bercelalah yang akan tetap tinggal di situ (Proverb 2 :20-21).

Tuhan memberkati.

Created by : Andreas Gregorius Alvin

Posted with WordPress for BlackBerry.

One Response to Tuhan tidak “Menyebabkan” namun Tuhan “Membiarkan”

  1. Pingback: Hanya sebuah Inspirasi « www.alvinnet.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s