Memuji Tuhan tanpa tiada batas

Kisah yang saya publikasikan ini merupakan pengalaman nyata yang pernah hadir dalam hidup saya. Cerita ini mungkin bukanlah cerita istimewa, namun saya terinspirasi untuk berbagi kepada rekan-rekan sekalian.
Sejak tiba di Sydney 7 bulan lalu, saya tinggal bersama tante saya yang semua family membernya beragama kristen protestan. Saat itu saya masih belum menemukan jalan untuk menuju katedral, sehingga saya ikut bergabung dalam kebaktian mereka. Suatu ketika, dalam kebaktian itu saya mendengarkan sharing pengalaman dari seseorang yang sering kali berada di mimbar saat kebaktian berlangsung. Ialah pendeta Sam sebagai ketua dari jemaat gereja ROCK-Sydney. Dalam pengalamannya Ia mempunyai 1 puteri yang sekarang ini sudah menikah, dan 1 putera yang baru saja menyelesaikan studi di Amerika. Sebut saja Kevin nama putra tersebut.
Kevin merupakan sosok anak yang periang. Ia selalu terlihat ceria dimanapun ia berada. Tak heran bila kevin disenangi oleh teman-temannya. Disamping itu ia juga taat pada orang tua dan agama. Sungguh suatu kebanggaan bagi keluarganya pada saat graduation tahun 2009 yang lalu, Ia mendapat grade A untuk semua subject yang di tempuhnya. Namun, setelah ia menginjakkan kaki di sydney, kondisi badannya tak stabil seperti sebelumnya. Pendeta Sam hanya berpikir bahwa kevin mengalami sedikit shock karena adanya perbedaan antara Amerika dan Australia. Tetapi Kevin yang tak kunjung sembuh, akhirnya diperiksa di salah satu rumah sakit dan dalam pemeriksaannya Ia dinyatakan menderita LEUKIMIA. Pendeta Sam tak percaya akan pernyataan sang dokter sehingga Ia membawa Kevin ke rumah sakit lainnya. Walaupun hasil pemeriksaannya tetap sama yaitu LEUKIMIA, ia tetap tidak percaya. Berusaha untuk meyakinkan penyakit yang diderita oleh Kevin, Pendeta Sam membawanya ke Singapura untuk diperiksa dan kini Pendeta Sam yang mengalami Shock. Ia menerima pernyataan sang dokter bahwa Kevin menderita LEUKIMIA.
Untuk informasi tentang LEUKIMIA, anda bisa lihat di link berikut. http://id.wikipedia.org/wiki/Leukemia
Pendeta Sam hanya dapat berserah kepada Tuhan dengan kondisi yang dialami putra satu-satunya. Dalam setiap kotbahnya, ia selalu mengucap syukur dengan apa yang dideritanya. Kado yang kevin terima setelah ia graduation merupakan penyakit mematikan. Namun kevin yang sejak awalnya merupakan sosok anak yang ceria, selalu tertawa walau kondisi badannya sangat lemah. Saya pernah melihat video saat ia terbaring di rumah sakit, namun ia tetap berusaha memuji Tuhan dengan gitar kesayangannya walaupun ia tak bisa mengucapkan sepatah kata. Selama 2 bulan lamanya ia terbaring tak berdaya, Pendeta Sam selalu berusaha tegar menghadapi segala masalahnya. Doa kepada Bapa tak kunjung putus diucapnya. Sampai suatu ketika, saya mengikuti kebaktian berikutnya, saya melihat seorang sebagai WL (Worship Leader) dengan balutan di leher dan bantuan kursi roda. Saya berusaha mengamati dengan seksama siapakah dia. Kevin, yang saat itu kondisinya masih lemah, ikut serta dalam pelayanan dalam kebaktian tersebut. Ia terlihat aktif dan penuh sukacita saat melayani Tuhan. Sungguh suatu tekad yang kuat yang dimiliki oleh Kevin yang saat itu seharusnya masih terbaring di rumah sakit, namun ia memaksa kepada orang tuannya dan teman2nya untuk menjadi WL pada sore itu dengan ditemani suster dan mobil ambulance karena setelah kebaktian tersebut, ia harus kembali ke rumah sakit untuk menjalani perawatannya kembali. Hingga kini, Kevin masih belum dinyatakan sembuh total, namun dalam doanya, ia percaya bahwa ia akan sembuh dan akan terus memuji Tuhan demi kemulianNya tanpa ada suatu batasan, halangan serta ketidakmampuan. Maka bersyukurlah kita sebagai hambanya yang diberikan kemampuan utnuk melayani demi kemuliaan-Nya.
Oleh : Andreas Gregorius Alvin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s