“Quo Vadis”

”KDBers (panggilan untuk peserta KDB-red) diharapkan bukan hanya sebagai event organizer, tetapi juga mampu menjadi kader yang berkarya sosial dalam iman.”

Orang Muda Katolik (OMK) sering merasa tidak percaya diri jika ingin merasul. Apakah mereka (OMK-red) sanggup dan mampu menjadi rasul di jaman modern ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut Romo V. Rudi Hartono, Pr bersama Komunitas Palaga membentuk Kelompok Dua Belas Rasul (KDB). KDB merupakan kelompok OMK yang secara khusus dibina untuk menjadi tenaga trainer atau fasilitator yang siap merasul dalam kegiatan rohani maupun umum. Materi yang diberikan antara lain Pendalaman serta pemahaman tentang Kitab Suci, Spiritualitas, Psikologi, Public Speaking dan Outbound. Untuk menguji kemampuan peserta dari pembinaan ini maka diadakan acara bertajuk ”Ekspresikan Aksimu” pada penutupan KDB setelah selama 9 bulan sebelumnya mengikuti pelatihan. Acara yang bertajuk rekreatif, semi outbond namun serius diadakan pada hari Sabtu 20 September 2008 s/d Minggu 21 September 2008 bertempat di Bukit Pangrango – Desa Gadog, Puncak – Jawa barat. Diikuti oleh 50 OMK dari Paroki Santa Gabriel, Pulo Gebang dan 15 OMK dari Paroki Kalvari, Pondok Gede. ”KDBers (panggilan untuk peserta KDB-red) diharapkan bukan hanya sebagai event organizer tetapi juga mampu menjadi kader yang berkarya sosial dalam iman.”tutur salah satu penggerak acara ini. Bentuk ekpresi setelah mengikuti materi KDB diwujudkan dalam presentasi secara kelompok dengan Tema sebagai berikut : Aktualisasi diri melalui kerja (Laborem Excesen), Kaderisasi Aktivis Kategorial, Spiritualitas Pewarta Muda, Perhatian Orang Muda Katolik (OMK) terhadap Lingkungan Hidup dalam Konteks Pewartaan, Belajar dari Kasus Frankenstein dalam Teknologi, Sikap OMK melihat Gaya Hidup Penyuka Sesama Jenis, Sikap OMK menghadapi Pemilu 2009 dan Golput, dan Sikap OMK dalam Dialog Antar Umat Beragama.. Presentasi yang dibawakan oleh KDBers meliputi 3 unsur yaitu Kitab Suci (kelompok pertemuan iman), Spiritualitas (injil dikelola dengan iman), dan Ilmiah Reflektif (permenungan). Semua KDBers siap dengan bahan presentasinya masing-masing, karna presenter akan ditunjuk secara acak oleh kelompok lainnya. Setelah mereka selesai presentasi, Romo V. Rudi Hartono, Pr, Frater Aldo dan Margono yang ditunjuk sebagai tim pembahas akan memberikan komentar, dan ditutup dengan Ice Breaking oleh kelompok yang presentasi.
Pada hari minggu, KDBers diawali dengan kegiatan pengembangan kelompok dalam outbound sampai menjelang siang. Setelah selesai makan siang, Romo Rudi membuka sesion Pleno KDB. Dia bertanya pada KDBers “Quo Vadis KDB? Mau dibawa kemana arah pelayanan KDB?” Dalam penghujung Pleno tercatat bahwa KDBers akan menjadi kader dan mulai melayani dari teritorial terkecil (OMK Lingkungan/ Wilayah) hingga kemudian dapat melayani teritorial yang besar. Pembentuk tim Resource and Development juga dianggap penting guna menunjang kaderisasi KDB. Akhirnya misa perutusanlah yang menutup serangkaian acara KDB ini. Dalam misa diberikan secara simbolis pin sebagai identitas KDBers dan sertifikat sebagai tanda kelulusan mereka mengikuti serangkaian kursus. Seperti kata Yesus dalam Kitab Markus (6:7), “Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua.” diharapkan OMK yang sudah mengikuti KDB ini tetap dekat dengan “altar”, tetapi juga harus berani menjauhi “altar” yakni ketika sedang menghayati “tugas & perutusan” bukan hanya dalam teritorial gereja saja, namun tugas & perustusan dapat berjalan ditempat dimana Yesus sama sekali belum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s