Bad Holiday in Middle Java

Begini jadinya kalau orang kota gak punya kampung halaman. Jadinya keluar masuk kampung orang dech. Mau tau cerita selengkapnya ? ikuti aja dalam Bad Holiday II berikut ini.

Perjalanan menuju Jawa Tengah ini direncanakan temen-temen yang pernah/masih bekerja di Melawai diantaranya Parlin, Wahyu, Yulius, Sapto dan Saya sendiri sebagai penulisnya.

Rencana keberangkatan tanggal 27 Desember 2008 s/d 3 Januari 2009 menuju Klaten(kampungnya Wahyu), Tawang Mangu-Solo, Warung Apung-Klaten, Parang Tritis-Yogyakarta, Malioboro-Yogyakarta.

Daihatsu Taft dengan B 8057 FC keluaran tahun 90an mengiringi perjalanan (27/12) pada pukul 19.00 wib. Seiring perjalanan, tepat memasuki pintu tol Pondok Gede menuju cikampek, mobil yang menghantar kamipun mengalami gangguan.”Kopel” yang menghubungkan antara Persneling dan roda terlepas sehingga kendaraan tidak dapat dijalankan. Setelah adanya debat beberapa saat dengan petugas derek tol, kamipun mendorong mobil menuju bengkel terdekat(paling dekat 500m). sekitar pukul 22.00 wib mobilpun selesai diperbaiki, kami langsung menuju bekasi(rumah Sapto) untuk mengambil perlengkapan perbaikan karna setelah kejadian sebelumnya kami sadar bahwa tak ada satupun kunci untuk perbaikan kendaraan. Pukul 23.30wib kami melanjutkan kendaraan menuju klaten.

Dipegunungan Bumi Ayu-BanyuMas(28/12) pada pukul 10.00wib kami beristirahat sejenak sambil mengisi BBM, kendaraan yang kami tumpangi mengalami gangguan kedua yaitu tangki penyimpanan solar mengalami kebocoran(walaupun kecil bocornya). Dan kamipun baru menyadari bahwa tak ada tutup tangki solar yang melekat di tangki. Kejadian ini tak kami hiraukan, kami tetap saja melanjutkan perjalanan walaupun tak sedikit solar yang terbuang karna hal ini hingga tiba di Klaten(Rumah Wahyu) pukul 17.00wib setelah melewati lika-liku jalan dan tengah sawah.

Setelah melakukan perjalanan +15 jam Saya dan Sapto tidak langsung beristirahat karna pada malam itu banyak rekan dari Jakarta yang berlibur di kota Kraton yaitu Romo Rudy, Wawan, Aldi, Teguh, Santi, Mas Anton, Pak David, Cemonk, Mbak Nanda beserta keluarga berkumpul di restoran Doyong Kolega – Kaliurang, Yogyakarta. Kamipun tak mau ketinggalan untuk meluncur kesana dengan sepeda motor melewati sawah dan bukit sekitar 2 jam. Saat mereka hendak melanjutkan untuk berziarah di Gereja Hati Kudus Yesus – Ganjuran, Karna kondisi badan sudah lelah sekali kamipun langsung berpamitan untuk pulang menuju klaten.

Sama halnya dengan “Jelangkung” Pergi gak dijemput, pulang gak diantar. Hanya saja perbedaannya kami tersasar pada saat hendak melanjutkan pulang kekediaman Wahyu. Sekitar 1 jam kami bolak-balik kampung dan sawah padahal waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 wib. Dag..Dig…Dug… jantung ini bergetar saat melewati persawahan dan kuburan walaupun letaknya tak jauh dengan Desa tempat kami menginap. Terlebih sebelumnya kami mendengar bahwa ditempat tersebut belum lama ini terjadi pembunuhan. Setelah Tanya sini-tanya sana, kamipun sampai dirumah pukul 00.00 wib. Benar-benar melelahkan hari pertama ini.

Hari kedua(29/12) kamipun bangun agak siang, rencananya kami akan berkunjung ke Mal Ambarukmo dan Jl.Malioboro – Yogyakarta. Pukul 15.00 wib kami melakukan perjalanan menuju Mal Ambarukmo yang letaknya tak jauh dari malioboro. Suasana didalam Mal tak berbeda dengan suasana Mal Jakarta.Baik dari para penjaja dagangannya maupun suasana perbelanjaannya. Sehingga kamipun langsung keluar menuju Jl. Malioboro. Suasana dimalioboro memang tak pernah sepi, terasa sekali pada saat hendak memarkirkan mobil, sesampainya di parkiran, kaca jendela dekat setir terlepas sehingga kamipun harus memperbaiki jendela tersebut sebelum meninggalkan parkiran. Dahulu, makan lesehan di malioboro itu terkenal sangat mengasikan, namun saat ini sudah tak ubahnya dengan makan di Sabang – Jakarta. Banyak pengamen yang melintas dan harganya WOW….

Hari ketiga(30/12) menuju Tawang Mangu – Solo. Dalam perjalanan, sudah terbayang apa yang akan dilakukan setibanya di Tawang mangu entah itu Berenang, main di air terjun, serta melihat monyet-monyet yang dilepas di alam bebas. Seiring perjalanan kamipun mampir di sekitar pasar tawang mangu untuk makan siang (maksudnya biar lebih irit, karna kalau di tempat wisata pasti lebih mahal). Menu makan siang hari ini adalah Sop sapi Nocenggo(mau tau kenapa Nocenggo? Karna harganya segitu alias Rp.2500) dan Nasi oseng Kikil. Setelah mengisi perut, kamipun melanjutkan perjalanan menuju tempat wisatanya. Perjalanan yang sangat menegangkan karna banyak lika-liku bertanjakan sangat curam(sampai 60o sudut kemiringannya). Dan yang ditakutkanpun terjadi, secara tiba-tiba taft yang kami kendarai mengeluarkan asap dari kap depan, tanpa pikir panjang saya banting setir untuk memarkirkan kendaraan sambil mematikan mesin walaupun kondisi jalan masih menanjak di tikungan. “Overheat” itu yang saya pikirkan, namun setelah dicek taft kami mengalami kebocoran pada selang radiatornya sehingga kamipun harus mencari bengkel untuk memperbaikinya. Dan yang sangat disayangkan bahwa tempat yang kami tuju sudah terlewati 10 km sebelumnya. Sambil mencari bengkel terdekat, kamipun mengakalinya dengan mengisi radiator tersebut sesering mungkin sambil menjalankan mobil kearah pulang. Pukul 20.00 wib kami masih memperbaiki mobil di daerah tawang mangu, beruntung sekali menemukan bengkel tambal ban, namun Bapak bengkel berusaha membantu kami dengan segala usahanya hingga mobil kamipun bias diperbaiki. Sambil mengeluh kesah kami langsung menuju pulang sambil melewati kraton Solo dan Pasar Klewer (biar ada senengnya sedikit).

Hari keempat(31/12)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s