29 Jam dari Jakarta ke Banyuwangi

Mau tau perjalanan gw dalam Awesome Holiday di Banyuwangi? Simak aja trus kasih comment yach!!!
Perjalanan ini dikatakan awesome karena Untuk pertama kalinya, pengalaman duduk dibelakang setir selama 29 Jam tanpa stop terkecuali isi bensin serta makan.
Diawali dari Rabu malam gw berkunjung kerumah teman gw(Untary) yang berada di kawasan Jakarta Timur, sesampainya disana Bokap(Om Alex) temen gw itu menanyakan tentang penyewaan kendaraan untuk ke Surabaya karna oma teman gw itu sedang sakit. Pas banget memang gw punya relasi Rental mobil, akhirnya gw kasih tuch no telepon Rental tsb.

Keesokan harinya gw ada acara perpisahan sama teman kantor gw(Andreas) karna hari itu merupakan hari terakhir kerja teman satu divisi gw. Acara perpisahan yang digelar di Sabang itu diisi dengan makan malam bersama, cerita-cerita dan photo bareng berakhir sampai jam 21.30wib. setelah acara pun gw langsung balik ke mess teman gw yang lataknya gak jauh dari kerjaan gw. Gak lama kemudian Untary sms gw dan rencananya kita mau refreshing bareng ke DuFan keesokan harinya, Tetapi setelah gw pertimbangkan, gw gak jadi ikut mengingat kerjaan gw gak bisa ditinggal. Dan pada hari yang sama sekitar jam 23.30wib gw dapat kabar kalau Keluarga Untary hendak berangkat ke Banyuwangi,JaTim karna Omanya meninggal. Pada malam itu juga gw langsung nelpon ke handphone bokapnya, maksud hati sich ingin mengucapkan Turut Berduka Cita dan mengucapkan selamat jalan. Tapi setelah tau kalau bokapnya itu nyetir mobil sendiri, gw langsung memutuskan untuk ikut ke Banyuwangi tanpa pikir-pikir panjang lagi. Padahal gw sendiri sudah tau kalau untary gak ikut ke sana dan saat itu gw bisa dibilang baru mengenal keluarganya.

Akhirnya Jumat dini hari sekitar jam 01.00wib gw langsung siap-siap dari mess teman gw menuju rumah untuk mengambil perlengkapan untuk ke Banyuwangi karna kemungkinan seminggu gw bersama keluara Untary disana. Sesampainya dirumah, gw pamit sama ortu n ade (satu kantor sama gw), tapi emang dah pada lelap tidurnya, mereka gak ada yang menanggapi. Akhirnya gw kirim aja sms ke ade gw untuk pamit dan berharap supaya pas mereka bangun, mereka langsung hubungin gw. Jam 02.00 gw baru jalan ke Banyuwangi dengan kendaraan Suzuki Carry melewati tol cikampek, dan benar saja dugaan gw, sewaktu perjalanan menuju banyuwangi mereka nelpon gw sekitar jam 05.30wib. dan dengan nada panik, mereka nanyain masalah kerjaan gw, tapi setelah itu gw minta bantuan ade gw untuk urus surat cuti gw dengan alasan sakit serta mengirimkan surat dokter. Sekitar jam 07.00wib sampai di Cirebon untuk menjemput Bibinya serta keponakannya(yoshua) yang hendak ikut kesana. Dan sesampainya di cirebon kita melewati Grage Mall sampai pada akhirnya sarapan Nasi Jamblang (sejenis nasi kucing, Cuma nasi putihnya di bungkus daun jati)di rumah makan Mank Dul yang letaknya di seberang mall tersebut.
Setelah bersantap pagi bersama kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi. Setelah menempuh perjalanan dengan jarak tempuh +1200km akhirnya Sabtu sekitar jam 07.00 kita sampai di Rumah Duka Tri Dharma, Banyuwangi-JaTim dimana omanya untary disemayamkan. Setelah beristirahat, sore harinya gw jalan-jalan sama adenya untary(Opie & Linda)serta nyokap n bibinya ditemani sepupunya yang tinggal di Banyuwangi(Fandy) ke pantai pakem yang letaknya persis dibelakang Rumah Duka. Diseberang pantai terlihat gundukan yang ternyata anak Gunung Agung yang letaknya di pulau Bali.
Setelah menikmati hangatnya perairan laut serta tak lupa pasang aksi di depan kamera, Karna hari sudah hampir larut malam, kita semua kembali ke rumah duka dan malamnya kita semua makan malam bersama dengan salah satu makanan khas Banyuwangi yaitu Nasi Tempong (sejenis nasi rames,tapi cabenya banyak).

Keesokan harinya (Minggu), gw, Fandy, adenya Fandy(Yuliana), nyokapnya Untary(Tante Ketty) nyari bunga (untuk dekorasi altar dan peti) di pasar yang ternyata gak ada satupun yang jual kembang untuk dekorasi. Dan dengan bunga secukupnya, akhirnya gw ditemani Opie, Linda, yuliana mulai merapikan dekorasi kembang yang berada di sekitar altar dan peti Oma. Walaupun hasilnya tidak seperti dekorasi bunga pada umumnya, tetapi tidak mengecewakan dan sangat memuaskan. Malam harinya kita kembali bersantap malam dengan suguhan seperti sebelumnya yaitu nasi tempong dan mie goreng. Dan ditutup dengan acara main gaplek/domino sampai dengan pukul 24.00 waktu setempat.

Senin pagi gw, Opie, Yoshua, linda, kembali bermain air di pantai pakem sambil menikmati pemandangan terbitnya matahari. Walaupun agak kesiangan, tetapi pemandangan pantai terlihat lebih indah ketimbang sore hari(bagi gw lho…).

Sesampainya kembali di rumah duka, kita langsung beres-bers dech, karna siang harinya oma akan segera dimakamkan. Disitulah untuk pertama dan terakhir kalinya gw melihat wajah oma, sampai terbesit dibenak gw waktu oma gw menghadap beberapa tahun yang lalu(hu…hu…hu… jadi sedih nech…). Sekembalinya dari pemakaman, kita langsung menuju kediaman Fandy yang letaknya tidak jauh dari lokasi pemakaman, yach Cuma memakan waktu 30 menit kok. Disana kita beristirahat gak lama karna sekitar jam 13.00 Om Alex ngajak jalan ke Kawah Ijen untuk melihat pemandangan belerang, dan lucunya kita semua kan mau ke daerah pegunungan yang sudah pasti tempatnya dingin, tapi kita malah memakai kostum untuk ke pantai.he…he…he….

Perjalanan dengan jarak tempuh yang memakan waktu +2 jam, dan melewati jalan berliku dan mendaki, akhirnya kita sampai di kaki pegunungan kawah ijen. Tapi perjalanan belum sampai pada tempatnya karna kita harus berjalan kaki mendaki sampai pada kawah tersebut. Sekitar 3km baru bisa menikmati pemandangan alam tersebut. Akhirnya, gw, Om Alex, Tante Ketty, Bibinya, Joshua, Linda, Opie, dan kukong memutuskan untuk tetap mendaki walaupun sudah menjelang sore hari. Dalam pendakian itu kita sempat beristirahat sejenak beberapa kali, dan kukong memutuskan untuk tidak terus melanjutkan (mungkin karna usia sudah tua, tenagapun sudah tidak mendukung). Setelah sekian lama mendaki sampai pada pukul 15.00 tetapi belum ada pertanda mencapai kawah ijen, akhirnya gw tetap berjalan seorang diri (karna yang lain masih beristirahat) untuk mencapai kawah ijen.

Setelah +60 menit gw mendaki, akhirnya terlihat kepulan asap putih dan gw ketahui itu adalah asap belerang dan tak lama kemudian gw sebuah danau di dasar lembah. Gw sampai ke kawah ijen seorang diri, dan memutuskan untuk turun ke lembah untuk melihat lebih dekat lagi. Dalam perjalanan turun ke lembah, ternyata sangat menakutkan. Lihat saja di album photo gw.he…he…he…
Tak lama kemudian om, tante dan yang lainnya sampai di puncak kawah ijen. Tetapi gw berada dekat danau kawah sedangkan mereka hanya sampai puncaknya saja. Setelah gw kembali bergabung, langsung dech pasang aksi di depan kamera bersama turis asal jerman.

Pukul 16.00 kita memutuskan untuk kembali ke parkiran mobil karna perjalanan dari atas menuju ke bawah memakan waktu 2 jam. Setelah sampai ke parkiran, kita beranjak kerumah fandy, dan pada saat itu hujan deras tengah mengguyur daerah sekitar pegunungan. Sesampainya dirumah fandy, langsung dech kita mandi, dan dilanjutkan dengan makan malam bersama dan kembali tidur. Keesokan paginya (selasa) kita bersiap-siap karna saat itu kita akan beranjak ke Ketapang, Kraksan, Malang, Cirebon dan akhirnya kembali ke Jakarta.

Di Ketapang kita mampir ke rumah saudara sepupunya Om Alex, persis dibelakang rumahnya terlihat pantai pasir putih dan pulau Bali, alhasil gw photo-photo bareng sama Opie, Linda juga Fandy. Setelah berpamitan dengan keluarga Fandy, dengan jarak tempuh memakan waktu 5 jam kita mampir kerumah relasi Om Alex di daerah Kraksan.
Disana kita makan siang Rujak Cingur. Setelah itu kita akan menuju ke Malang untuk bermalam dirumah Sepupunya Untary. Dalam perjalanan itu Kukong sempat berpisah karna akan bermalam di rumah anaknya yang berada di Surabaya. Setelah melewati masjid Sabililah akhirnya, kita sampai pada tujuan di Jl.Tretes-kaliurang tempat kita bermalam.

Rabu pagi, perjalanan kembali ke Jakarta dilanjutkan dengan melewati Jl.Singosari, menuju terminal Parabaya,sidoarjo(untuk menjemput kukong kembali). Pada saat makan siang, kita mampir di daerah Krian untuk bersantap Kupang Lontong khas Sidoarjo (Ketupat dicampur kerang kecil-kecil). Namun sayangnya gw gak terlalu doyan, jadinya makanan gw gak habis.he…he…he…
Perjalanan kembali dilanjutkan setelah makan siang itu menuju Jakarta via cirebon untuk kerumah bibinya untary. Setelah menempuh perjalanan +18 jam, hari kamis pukul 06.00 akhirnya sampai di Cirebon.
sesampainya disana kita langsung sarapan Swikee(kodok goreng tepung). Dan setelahnya mampir di pasar kanoman untuk membeli oleh-oleh. Sekitar jam 11.00 kita langsung kembali menuju Jakarta lewat pasar Karang Ampel dan sampai di Jakarta pukul 15.00wib.
Keesokan harinya gw masuk gawe dengan bermodalkan 2buah surat dokter dengan alasan sakit gejala tipes, dan ternyata gw malah dapat uang pengganti perobatan.he..he..he..

Itulah kutipan
Bad Holiday gw bersama Untary family’s. perjalanan gw terbilang sangat mengesankan karna sebelum perjalanan berlangsung, gw memang belum kenal dekat sama keluarga untary, tetapi setelah perjalanan itu gw bisa langsug akrab sama Bokapnya, Nyokapnya, adik-adiknya serta keluarga lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s